ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA Fa.
LITHA & CO
DI MAKASSAR
Diajukan
Kepada Fakultas Ekonomi
Universitas
Kristen Indonesia Paulus Makassar
Untuk
Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh
Gelar
Sarjana Ekonomi
Disusun
oleh :
OLGARIA
KAMMA
0303
2012 044
Disetujui oleh :
Pembimbing I Pembimbing II
(Drs. Mushar Mustafa,MM.,Ak) (Yohanis Tasik Allo, SE)
PENGESAHAN KOMISI PEMBIMBING
Judul
Skripsi : ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA FA.
LITHA & CO DI MAKASSAR
Nama
Mahasiswa : OLGARIA KAMMA
No. Stambuk :
0303 2012 044
Fakultas : Ekonomi
Jurusan : Akuntansi
Program Studi : Strata satu (S.1)
Disetujui Oleh :
Pembimbing I Pembimbing II
(Drs. Mushar Mustafa,MM.,Ak) (Yohanis
Tasik Allo,SE)
Mengetahui :
Dekan Fakultas Ekonomi Ketua
Jurusan Akuntansi
(Petrus P.
Roreng,SE.,M.Si,Ak) (Drs. Luther
Tangdialla,MM.)
PENGESAHAN
KOMISI PENGUJI
Judul Skripsi :
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA FA. LITHA
& CO
DI MAKASSAR
Nama Mahasiswa : OLGARIA
KAMMA
No.
Stambuk : 0303
2012 044
Fakultas
:
Ekonomi
Jurusan
:
Akuntansi
Program
Studi : Strata
satu (S.1)
Dasar
Penetapan Penguji : Surat Keputusan Dekan
Fakultas Ekonomi
Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar
Nomor :
224/FE/UKIP.03/US/VIII/2012
Tanggal :
09 Agustus 2012
Tentang :
Penunjukan Tim Penguji Ujian
Skripsi Fakultas Ekonomi Jurusan
Akuntansi
Tim
Penguji :
1.
Ketua : Drs. Mushar Mustafa,
MM,Ak ( ……………………………………………)
2.
Sekertaris : Amir Jaya, SE, M.Si ( ……………………………………………)
3.
Anggota : Drs. Luther Tangdialla, MM ( ……………………………………………)
4.
Anggota : Drs. Markus Halik, MM ( ……………………………………………)
5.
Anggota : Drs. Fransiskus Randa, SE,
M.Si,Ak ( ……………………………………………)
Makassar, 10 Agustus 2012
Dekan Fakultas Ekonomi
UKIP Makassar
(Petrus
P. Roreng,SE,M.Si,Ak)
NIP.1969110619980231
001
SURAT PERNYATAAN
PERSETUJUAN PUBLIKASI
KARYA ILMIAH
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di
bawah ini :
Nama : OLGARIA KAMMA
No. Stambuk : 0303 2012 044
Demi pengembangan ilmu
pengetahuan, menyetujui bahwa Karya Ilmiah saya yang berjudul : “ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA Fa. LITHA
& CO DI MAKASSAR”, beserta perangkat yang diperlukan (bila ada) untuk
disimpan, dipublikasikan dan atau diperbanyak dalam bentuk apapun oleh UKIP
Makassar bagi keperluan Akademis. Demikian surat pernyataan ini saya buat
dengan sebenarnya.
Dibuat
di : Makassar
Tanggal : 03 Oktober 2012
Yang
Menyatakan,
(OLGARIA KAMMA)
“
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk
selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah ”. (Mazmur 55 :23)
Sebuah Persembahan kecil…
Untuk :
Ayah dan Ibuku Tercinta
Atas semua doa, dukungan, dan kasih sayangnya….
Reynold dan Reymond
Untuk semua kasih persaudaraan yang
kita miliki…..
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis naikkan ke hadirat Allah Bapa,
Allah Anak, dan Allah Roh Kudus, yang dalam segala hal telah menjadi pembimbing
dan teman setia serta sumber dan tujuan hidup penulis. Hanya karena rahmat
pertolongan-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai
salah satu persyaratan akademis untuk memperoleh gelar sarjana bagi setiap
mahasiswa Program Studi Jurusan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia
Paulus.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari
banyak pihak, penulisan skripsi ini tidak akan selesai sebagaimana mestinya.
Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, yang
dengan tulus membantu dan mendukung penulis, baik secara moriil maupun
materiil, langsung maupun tidak langsung hingga penulisan skripsi ini dapat
terselesaikan.
Tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih kepada
semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan di sini, penulis juga
menyampaikan terima kasih kepada :
1.
Bapak Petrus P. Roreng,SE,M.Si,Ak. selaku
Dekan Fakultas ekonomi.
2.
Bapak Drs. Luther Tangdialla,MM. selaku Ketua
Jurusan Akuntansi.
3.
Bapak Drs. Mushar Mustafa,MM,Ak. selaku
Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam
memberikan bimbingan, dan pengarahan.
4.
Bapak Yohanis Tasik Allo,SE selaku Dosen
Pembimbing II. Terima kasih atas waktu dan bimbingannya.
5.
Segenap Bapak/Ibu dosen Program Studi
Akuntansi, Universitas Kristen Indonesia Paulus yang telah banyak memberikan
ilmu yang sangat berarti kepada penulis.
6.
Seluruh rekan-rekan Akuntansi “The
Profit” angkatan 2008.
7.
Pimpinan perusahaan Fa. LITHA & CO.
di Makassar dan seluruh staf karyawan yang telah memberikan kesempatan kepada
penulis untuk melakukan penelitian khususnya Bapak Hery Lewa P.,SE.M.Si. yang
telah meluangkan waktu menjadi pembimbing dalam penelitian yang dilakukan
penulis.
8.
Baitturahman 26 (Ryan and Roy, Ape,
Anto, Yopi, Sry, Elthon, Heru, Songga, K’ Bas, K’ Erna, Ivon, Amel dan semua
teman-teman yang sering nongkrong di 26. Thank’s for nice friendship yang kita
jalin…!!!!!!! Thank’s too for My Ladies Community ( Destri, Whini, Cory, EkQ
mami, Karlin, and Since ) Love you Ladies :-*, J
9.
Segenap keluarga besar penulis di
Toraja, juga yang di Makassar yang telah memberi dukungan moriil maupun
materiil.
10.
The part of My Beloved “Mr.One”… thank’s
for love, support, spirit, help, lough and many things that i can’t mention it
one by one ….!!!! When I’m sad, when I’m happy, when I’m angry, any time… you
were always there for me…thank you so much !!!! J
Akhirnya,
dengan penuh rasa hormat dan kerendahan hati, penulis mempersembahkan karya
penulis ini kepada para pembaca. Penulis menyadari bahwa terdapat banyak
kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ini. Oleh karena itu, penulis
mohon maaf atas segala kekurangan dan atau kekhilafan yang terdapat di dalamnya
serta dengan lapang dada menerima masukan dan kritik yang membangun. Terima
kasih.
Makassar,
November 2012
Olgaria
Kamma
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Di era perkembangan
bebas saat ini, pengusaha Indonesia bukan lagi harus bersaing. Suatu perusahaan
umumnya didirikan bertujuan untuk memperoleh kemampulabaan yang maksimal agar
kelangsungan hidup perusahaan dapat dipertahankan dan berkembang dengan baik
dalam pencapaian tujuan perusahaan tersebut manajemen atau pimpinan perusahaan
selalu dihadapkan pada berbagai masalah.Baik yang bersifat tekhnis,
administratif maupun financial. Oleh karena itu pimpinan atau pihak manajemen
perusahaan harus mengambil keputusan yang rasional dan dapat dipertanggung
jawabkan dan pengambil keputusan tersebut memerlukan gambaran yang jelas
mengenai permasalahan yang dihadapi.
Dalam menjalankan
kegiatannya, perusahaan akan menyediakan informasi laporan kepada pihak – pihak
yang berkepentingan baik dari dalam maupun dari luar. Informasi laporan
keuangan akan dipergunakan oleh pihak dalam perusahaan (manajemen dan karyawan)
sebagai dasar pengambilan keputusan. Secara periodik informasi laporan keuangan
akan dianalisis untuk menilai keberhasilan manajemen dalam mengelolah
perusahaan. Disamping itu perusahaan perlu melakukan pengelolaan modal dengan
baik agar tersedia modal yang cukup dalam melaksanakan peningkatan kegiatan
operasi, seperti menambah tenaga kerja, mesin, dan lain-lain, ataupun dalam
perluasan usaha.Oleh karena itu untuk mengukur keadaan dan posisi keuangan maka
perlu dilakukan evaluasi kinerja keuangan.
Bagi pihak manajemen
hasil dari analisis tersebut akan digunakan untuk mngevaluasi kinerja
perusahaan di masa lalu dan menyususn perencanaan yang lebih baik pada masa
yang akan datang. Bagi pihak pemegang saham (pemilik ) dapat digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba serta mengetahui posisi
kepemilikan setiap saat. Sedangkan bagi pihak kreditur atau pemberi pinjaman
juga dapat menggunakan hasil analisis tersebut untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.
Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat diketahui
dengan melihat laporan keuangan perusahaan pada periode tertentu. Kinerja
keuangan yang memadai akan berpengaruh terhadap aktivitas perusahaan, karena
banyaknya dana yang menganggur untuk menjaga likuiditas, sementara perusahan
harus tetap membayar bunga.Untuk mengetahui apakah kinerja keuangan suatu
perusahaan baik atau tidak, maka dapat digunakan rasio – rasio keuangan dalam
menganalisanya. Analisis dan interprestasi dari macam – macam rasio dapat
memberikan pandangan yang lebih baik tentang kinerja keuangan dan prestasi perusahaan
bagi para analisis yang ahli dan berpengalaman.
Berdasarkan uraian diatas maka
penulis mengemukakan judul:
“Analisis
Kinerja Keuangan Pada Fa. Litha &
Co. Di Makassar ”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang di atas, maka rumusan masalah yaitu : “ Bagaimana tingkat kinerja keuangan pada Fa.
LITHA & CO. di Makassar ? “.
1.3
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui kinerja keuangan
pada Fa.
LITHA & CO. di Makassar
2. Untuk
menganalisis perkembangan kinerja keuangan yang dilakukan perusahaan.
1.4
Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat
berguna bagi semua pihak. Terutama bagi pihak yang memiliki kepentingan
langsung dalam permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini. Adapun hasilnya
sebagai berikut :
1. Sebagai acuan
pimpinan dan manajemen perusahaan bila kemudian hari mengambil keputusan
terhadap masalah yang penulis teliti.
2. Berguna sebagai wahana pembelajaran terutama
bagi para mahasiswa sebagai dasar pembanding dalam rangka melakukan penelitian
lebih lanjut pada bidang ini, serta bagi pihak yang memerlukan referensi yang
terkait dengan isi skripsi ini, baik itu sebagai bahan bacaan atau sebagai
literatur.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Modal
Perusahaan membutuhkan
modal dalam menjalankan aktifitasnya.Modal merupakan faktor yang sangat penting
dalam perusahaan.Terdapat tiga jenis badan usaha, yaitu perusahaan dagang,
perusahaan jasa, dan perusahaan manufaktur.Perusahaan memiliki kebutuhan modal
yang berbeda-beda tergantung jenis usaha yang dijalankan. Pengertian modal
menurut Brigham (2006:62)
“Modal ialah jumlah dari utang
jangka panjang, saham preferen, dan ekuitas saham biasa, atau mungkin pos-pos
tersebut plus utang jangka pendek yang dikenakan bunga”.
Definisi modal dalam Standar
Akuntansi Keuangan (IAI,2007:9)
”Modal adalah hak residual atas asset
perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban”.
2.1.1 Pengertian Modal Kerja
Perusahaan selalu
membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari. Pengertian
modal kerja menurut beberapa ahli, antara lain:
a. Menurut
Sawir (2005:129)
”Modal kerja adalah keseluruhan
aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, atau dapat pula dimaksudkan sebagai
dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan
sehari-hari”,
b. Menurut
Weston dan Brigham (1981, p.266) Modal Kerja adalah :
“Working
Capital is a firm’s investments in short – term assets – cash, short-term
securities, account receivable, and inventories. Gross Working Capital is the
firm’s total current assets. Net working capital is current Assets minus
current liabilities. Working Capital Management, which encompases all aspects
of the administration of both current assets and current Liabilities”.
Yang kurang lebih memiliki arti:
Modal kerja adalah investasi perusahaan dalam aktiva jangka pendek seperti kas,
sekuritas (surat – surat berharga), piutang dagang dan persediaan. Jadi modal
kerja ini disebut modal kerja bruto ( gross working capital ). Sedang modal
kerja bersih ( net working capital ) adalah aktiva lancar dikurangi hutang
lancar. Manajemen modal kerja didefinisikan secara luas mencakup semua aspek
pengelolaan baik aktiva lancar maupun huntang lancar.
c. Menurut
Wasis (1991, p.63)
“Modal Kerja adalah dana yang
ditanamkan dalam aktiva lancar, oleh karena itu dapat berupa kas, piutang,
surat – surat berharga, persediaan dan lain-lain.”
d. Modal
kerja bruto adalah keseluruhan dari aktiva / harta lancar yang terdapat dalam
sisi debet neraca. Modal kerja neto adalah keseluruhan harta lancar dikurangi
utang lancar. Dengan perkataan lain modal kerja neto adalah selisih antara aktiva
lancar dikurangi dengan hutang lancar.
e. Modal
kerja menurut Droms (1991:131) adalah
“The
term working capital generally refers to a firm's investment in current asset
over current liabilities. Net working capital refers to the excess of current assets
over current liabilities and can be thought of as the circulating capital of a
business firm.
Effective
control of this circulating capital is one of the most important Junctions of
financial management.
f. Menurut Ingram (2005:F135)
“Working capital is the
difference between current assets and current liabilities” ,
g. Menurut
Burton A. Kolb (1983) dalam Sawir (2005:129) menyatakan
“Modal kerja adalah investasi
perusahaan dalam aktiva jangka pendek atau lancar, termasuk di dalamnya kas,
sekuritas, piutang, persediaan, dan dalam beberapa perusahaan, biaya dibayar di
muka”,
h. Menurut Riyanto (2001:57) terdapat tiga konsep
pengertian modal kerja, yaitu :
1. Konsep
kuantitatif. Konsep ini mendasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam
dalam unsur-unsur aktiva lancar, dimana aktiva ini merupakan aktiva yang sekali
berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva dimana dana yang tertanam di
dalamnya akan dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek. Dengan demikian, modal
kerja menurut konsep ini adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar, atau
sering juga disebut sebagai modal kerja kotor (gross working capital),
2. Konsep
kualitatif. Modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar
yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa
mengganggu likuiditasnya, atau disebut sebagai modal kerja bersih (net
working capital),
3. Konsep
fungsional. Konsep ini mendasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan
pendapatan (income). Setiap dana yang digunakan dalam perusahaan dimaksudkan
untuk menghasilkan pendapatan. Pada dasarnya dana-dana yang dimiliki oleh
perusahaan seluruhnya akan digunakan untuk manghasilkan laba sesuai dengan
usaha pokok perusahaan, tetapi tidak semua dana digunakan untuk menghasilkan
laba periode ini (current income) ada sebagian dana yang akan digunakan
untuk memperoleh atau menghasilkan laba di masa yang akan datang.
Berdasarkan berbagai
pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Modal Kerja merupakan
investasi perusahaan dalam harta jangka pendek atau aktiva lancar.
2.1.2. Jenis-Jenis Modal Kerja
Modal kerja dapat digolongkan
menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:
a. Modal Kerja Permanen (Permanent
Working Capital) yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan
untuk dapat menjalankan fungsinya. Modal kerja permanen ini dapat dibedakan
dalam :
1) Modal Kerja Primer, yaitu jumlah
modal kerja minimum yang harus ada pada
perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya,
2)
Modal Kerja Normal, yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk
menyelenggarakan luas produksi yang normal.
b. Modal Kerja Variabel (Variabel
Working Capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai
dengan perubahan keadaan, dan modal kerja ini dibedakan antara :
1) Modal Kerja Musiman, yaitu modal
kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi musim,
2) Modal Kerja Siklis, yaitu modal
kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi konyungtur,
3) Modal Kerja Darurat, yaitu modal
kerja yang besarnya berubah-ubah karena keadaan darurat yang tidak diketahui
sebelumnya (misalnya adanya pemogokan buruh, banjir, perubahan keadaan ekonomi
yang mendadak).
Pengendalian jumlah
modal kerja yang tepat akan menjamin operasi dari perusahaan secara efisien dan
ekonomis. Apabila modal kerja terlalu besar, maka dana yang tertanam dalam
modal kerja melebihi kebutuhan, sehingga terjadi dana menganggur, tetapi
apabila jumlah modal kerja terlalu kecil atau kurang, maka perusahaan akan
kurang mampu memenuhi permintaan langganan.
2.1.3. Fungsi Modal Kerja
Beberapa fungsi modal
kerja antara lain adalah sebagai berikut :
a. Modal
kerja menampung kemungkinan akibat buruk yang ditimbulkan karena penurunan
nilai aktiva lancar seperti penurunan nilai piutang yang diragukan dan yang
tidak dapat ditagih atau penurunan nilai persediaan,
b. Modal
kerja yang cukup memungkinkan perusahaan untuk membayar semua utang lancar
tepat pada waktunya,
c. Modal
kerja yang cukup memungkinkan perusahaan ”credit standing” perusahaan
yaitu penilaian pihak ketiga, misalnya bank dan para kreditor akan kelayakan untuk
memelihara kredit.
2.1.4 Sumber Modal Kerja
Apabila sumber modal
kerja lebih besar dari pada penggunaan, berarti ada kenaikan modal
kerja.Sebaliknya apabila penggunaannya lebih kecil, berarti penurunan modal
kerja. Sumber-sumber modal kerja yang akan menambah modal kerja adalah:
1. Adanya
kenaikan sektor modal, baik yang berasal dari laba maupun penambahan modal
saham,
2. Ada
pengurangan atau penurunan aktiva tetap karena adanya penjualan aktiva tetap
maupun melalui proses depresiasi,
3. Ada
penambahan utang jangka panjang, baik dalam bentuk obligasi atau utang jangka
panjang lainnya.
Penggunaan-penggunaan
modal kerja yang mengakibatkan turunnya modal kerja adalah sebagai berikut:
1) Berkurangnya modal sendiri karena
kerugian, maupun pengambilan privasi oleh pemilik perusahaan,
2) Pembayaran
utang-utang jangka panjang,
3)
Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap.
2.1.5 Faktor
yang Mempengaruhi Modal Kerja
Besar kecilnya modal
kerja yang disediakan oleh perusahaan
terutama tergantung terhadap sikap manajemen terhadap laba dan resiko.
Dalam manajemen modal kerja ada dua prinsip mendasar dari pendanaan operasional
( Horne 2000:217), yaitu :
1. Kemampuan
memperoleh laba berbanding terbalik dengan likuiditas
2. Kemampuan
memperoleh laba searah dengan resiko
Menurut
Syahyunan ( 2004:40 ), faktor – faktor yang mempengaruhi modal kerja adalah :
1. Volume
penjualan
Volume penjualan merupakan faktor
yang sangat penting mempengaruhi kebutuhan modal kerja.Apabila penjualan
meningkat maka kebutuhan modal kerja meningkat, demikian pula sebaliknya.
2. Besar
kecilnya skala usaha perusahaan
Kebutuhan modal kerja pada
perusahaan besar berbeda dengan perusahaan kecil. Hail ini terjadi karena
perusahaan besar mempunyai keuntungan
akibat luasnya sumber – sumber pembiayaan yang tersedia dibandingkan
dengan perusahaan kecil yang sangat
bergantung pada beberapa sumber saja.
3. Aktivitas
perusahaan
Perusahaan yang bergerak dalam
bidang jasa tidak mempunyai persediaan barang dagangan, sedangkan perusahaan
yang menjual barang secara tunai tidak
memiliki piutang dagang.
4. Perkembangan
teknologi
Kemajuan teknologi, khususnya yang
berhubungan dengan proses produksi akan mempengaruhi kebutuhan modal kerja.
5. Sikap
perusahaan terhadap likuiditas dan profitabilitas
Adanya biaya dari semua dana yang
digunakan perusahaan mengakibatkan jumlah modal kerja Yang relatif besar mempunyai kecendrungan
untuk mengurangi laba perusahaan, tetapi dengan menahan uang kas dan persediaan
barang yang lebih besar akan membuat perusahaan lebih mampu untuk membayar
transaksi – transaksi yang dilakukan dan resiko kehilangan pelanggan tidak
terjadi karena perusahaan mempunyai persediaan barang yang cukup.
2.1.6 Manajemen Modal Kerja
Menurut Sawir
(2005:133)
”Manajemen Modal Kerja adalah
kegiatan yang mencakup semua fungsi manajemen atas aktiva lancar dan kewajiban
jangka pendek perusahaan”.
Manajemen modal kerja
merupakan hal yang sangat penting karena pertama aktiva lancar perusahaan
manufaktur mngembangkan lebih dari separuh total aktivanya, sedangkan bagi
perusahaan distribusi jumlahnya bisa lebih besar lagi.Tujuan manajemen modal
kerja adalah mengelola aktiva lancar dan hutang lancar sehingga diperoleh modal
kerja netto yang layak dan menjamin tingkat profitabilitas perusahaan. Adapun
sasaran yang ingin dicapai dari manajemen modal kerja adalah :
a. Memaksimalkan nilai perusahaan dengan
mengelola aktiva lancar sehingga tingkat pengembalian investasi marjinal adalah
sama atau lebih besar dari biaya modal yang digunakan untuk membiayai
aktiva-aktiva tersebut,
b. Meminimalkan biaya modal yang digunakan
untuk membiayai aktiva lancar,
c. Pengawasan terhadap arus dana dalam
aktiva lancar dan ketersediaan dana dari sumber hutang, sehingga perusahaan
selalu dapat memenuhi kewajiban keuangannya ketika jatuh tempo.
Menurut Horne dan Wachowicz
(2005:309)
“Manajemen Modal Kerja yang baik
didasarkan pada dua isu keputusan mendasar, isu tersebut adalah penentuan
tingkat investasi aktiva lancar dan bauran pendanaan”.
a.
Tingkat investasi aktiva lancar optimal
Dalam menentukan jumlah atau
tingkat aktiva lancar pihak manajemen harus mempertimbangkan keuntungan dan
kelebihan antara profitabilitas dan risiko. Bagi setiap tingkat output,
perusahaan dapat memiliki sejumlah tingkat aktiva lancar yang berbeda. Semakin
besar output, semakin besar kebutuhan untuk investasi dalam aktiva lancar untuk
mendukung output atau penjualan.
b.
Bauran yang tepat atas pendanaan jangka
pendek dan jangka panjang yang digunakan untuk mendukung investasi dalam aktiva
lancar ini. Cara aktiva perusahaan didanai melibatkan keuntungan dan kerugian
antara risiko dan profitabilitas. Sejalan dengan pertumbuhan aktiva lancar,
utang usaha dan pembayaran akan cenderung naik, sehingga sebagian mendanai
pembangunan aktiva. Dengan berjalanya waktu, dapat diperkirakan untuk membayar
lebih banyak biaya bunga untuk utang jangka panjang daripada untuk pinjaman
jangka pendek, yang secara terus-menerus diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Penggunaan utang jangka pendek akan menghasilkan laba yang lebih tinggi karena
utang akan dibayar selama periode yang bahkan tidak membutuhkannya”.
2.1.7
Pentingnya Modal Kerja
Pengendalian jumlah
modal kerja yang tepat akan menjamin kontinuitas operasi dari perusahaan secara
efisien dan ekonomis. Bilamana modal kerja terlalu besar, maka dana yang
tertanam dalam modal kerja melebihi kebutuhan, sehingga mengakibatkan adanya
dana menganggur (idle fund), karena dana tersebut sebenarnya dapat
digunakan untuk keperluan lain dalam rangka peningkatan laba. Perusahaan
kekurangan modal kerja untuk memperluas penjualan dan produksinya, maka besar
kemungkinannya akan kehilangan pendapatan dan keuntungan. Perusahaan yang tidak
memiliki modal kerja yang cukup, tidak dapat membayar kewajiban jangka pendek
tepat waktunya dan akan menghadapi masalah likuiditas.
Modal kerja yang harus
tersedia dalam perusahaan harus cukup jumlahnya dalam arti harus mampu
membiayai pengeluaran-pengeluaran atau operasi perusahaan sehari-hari. Modal
kerja yang cukup akan memberikan beberapa keuntungan lain, antara lain:
a.
Melindungi perusahaan tehadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva
lancar,
b. Memungkinkan
untuk membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya.
c. Menjamin
dimilikinya credit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan
bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan keuangan
yang mungkin terjadi,
d. Memugkinkan
untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani para
konsumennya,
e. Memungkinkan
bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada
para pelanggannya,
f. Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat
beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh
barang maupun jasa yang dibutuhkan.
2.2
Pengertian Kinerja
Pengertian kinerja menurut kamus besar bahasa Indonesia
adalah :
“1. Sesuatu yang dicapai,
2.Prestasi yang diperlihatkan,
3. Kemampuan Kerja.”
Sedangkan pengertian kinerja
menurut Wehch dalam bukunya Anggaran yang diterjemahkan olehPurwatiningsih
adalah sebagai berikut :
“Kinerja adalah suatu istilah yang
menerangkan prestasi atau unjuk kerja suatu perusahaan atau organisasi dengan
cara membandingkan hasil atau pendapatan sebenarnya yang dicapai perusahaan
dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan dan rencana anggaran yang telah
ditentukan sebelumnya untuk jangka waktu tersebut.”(2000;235)”
2.2.1
Kinerja Keuangan Perusahaan
Perusahaan sebagai
salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin
dicapai dalam usaha untuk memenuhi kepentingan para anggotanya.Keberhasilan
dalam mencapai tujuan perusahaan merupakan prestasi manajemen.Penilaian
prestasi atau kinerja suatu perusahaan diukur karena dapat dipakai sebagai
dasar pengambilan keputusan baik pihak internal maupun eksternal.
Kinerja perusahaan
merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang
dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui
mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan
prestasi kerja dalam periode tertentu.Hal ini sangat penting agar sumber daya
digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan.Penilaian
kinerja keuangan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pihak
manajemen agar dapat memenuhi kewajibannya terhadap para penyandang dana dan
juga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Sebelum memahami masalah penilaian
kinerja lebih jauh, maka ada beberapa pengertian kinerja seperti yang telah
dijelaskan oleh Helfert (1996:67) bahwa
“Kinerja perusahaan adalah hasil
dari banyak keputusan individual yang dibuat secara terus menerus oleh
manajemen.
Dari pendapat tersebut
dapat diketahui bahwa kinerja merupakan indikator dari baik buruknya keputusan
manajemen dalam pengambilan keputusan.Manajemen dapat berinteraksi dengan
lingkungan interen maupun eksteren melalui informasi.Informasi tersebut lebih
lanjut dituangkan atau dirangkum dalam laporan keuangan perusahaan.
Pengertian lain tentang kinerja
yaitu
“Performance adalah ukuran seberapa
efisien dan efektif sebuah organisasi atau seorang manajer untuk mencapai
tujuan yang memadai.”(Stoner et al, 1996:9).
Adapun pengertian efektif dan
efisien menurut Stoner et al (1996:9):
“Efisien adalah kemampuan untuk
meminimalkan penggunaan sumber daya dalam mencapai tujuan organisasi berarti
melakukan dengan tepat, sedangkan efektivitas adalah kemampuan untuk menentukan
tujuan yang memadai berarti melakukan hal yang tepat.”
Dari pengertian di atas
maka dapat disimpulkan bahwa kinerja (Performance) perusahaan adalah hasil dari
banyak keputusan yang dibuat secara terus menerus oleh manajemen untuk mencapai
tujuan tertentu secara efektif dan efisien.
2.2.2
Manfaat Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan
Adapun manfaat dari penilaian
kinerja perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Untuk
mengukur prestasi yang dicapai oleh suatu organisasi dalam suatuperiode
tertentu yang mencerminkan tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatannya.
b. Selain
digunakan untuk melihat kinerja organisasi secara keseluruhan,maka pengukuran
kinerja juga dapat digunakan untuk menilai kontribusi suatu bagian dalam
pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan.
c. Dapat
digunakan sebagai dasar penentuan strategi perusahaan untuk masayang akan
datang.
d. Memberi petunjuk dalam pembuatan
keputusan dan kegiatan organisasi pada umumnya dan divisi atau bagian
organisasi pada khususnya.
e. Sebagai dasar penentuan kebijaksanaan
penanaman modal agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.
2.2.3
Tujuan Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan
Tujuan penilaian
kinerja perusahaan menurut Munawir (2000:31) adalah sebagai berikut:
a.Untuk
mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memperoleh
kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan
untuk memenuhi keuangannya pada saat ditagih.
b. Untuk mengetahui tingkat solvabilitas, yaitu
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan
tersebut dilikuidasi baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka
panjang.
c. Untuk mengetahui tingkat rentabilitas atau
profitabilitas, yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba
selama periode tertentu.
d. Untuk mengetahui tingkat stabilitas
usaha, yaitu kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil, yang
diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga
atas hutang-hutangnya termasuk membayar kembali pokok hutangnya tepat pada
waktunya serta kemampuan membayar deviden secara teratur kepada para pemegang
saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.
2.3 Laporan Keuangan
Pada mulanya laporan
keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai alat penguji dari pekerjaan
bagian pembukuan, tetapi uantuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya
sebagai alat penguji tetapi juga sebagai dasar untuk dpat menentukan atau
menilai posisis keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil analisa
tersebut pihak – pihak yang berkepentingan mengambil suatu keputusan. Jadi
untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta hasil-hasil yang telah
dicapai oleh perusahaan tersebut perlu adanya laporan keuangan dari perusahaan
yang bersangkutan.
Menurut Ikatan
Akuntansi Indonesia dalam Standar Akuntansi Indonesia (1004:2) mengemukakan
pengertian laporan keuangan adalah :
“Laporan
keuangan merupakan bagian dari proses laporan keuangan yang lengkap biasanya
meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas,
dan catatan atas laporan keuangan.”
Untuk mengetahui
perkembangan perusahaan, perlu diketahui keadaan keuangan perusahaan yang
bersangkutan.Keadaan keuangan perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan
perusahaan.Laporan keuangan disusun untuk menggambarkan posisi keuangan suatu
perusahaan serta hasil yang dicapai dalam operasi perusahaan. Pada hakekatnya
laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan
sebagai bahan informasi tentang keuangan perusahaan berbagai pihak yang
berkepentingan terhadap data keuangan tersebut.
Untuk mengetahui
pengertian laporan keuangan akan dijelaskan sebagai berikut :
Menurut Djarwanto (2001: 5)
memberikan pengertian
“Laporan keuangan adalah hasil
tindakan pembuatan ringkasan data keuangan perusahaan yang disusun dan
ditafsirkan untuk kepentingan manajemen dan pihak-pihak lain yang menaruh
perhatian atau mempunyai kepentingan dengan data keuangan perusahaan”.
Sedangkan menurut Purba (2002: 36)
memberikan pengertian
“Laporan keuangan menggambarkan
informasi potensi mengenai keuangan pada masa lalu dan dapat memberikan
petunjuk untuk menetapkan kebijakan pada masa yang akan datang”.
Menurut Harahap (2002: 7)
memberikan pengertian
“Laporan keuangan adalah merupakan
produk atau hasil akhir dari suatu proses akuntansi yang menjadi bahan
informasi bagi para pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambil
keputusan dan pertanggungjawaban”.
Laporan keuangan
bermaksud untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada
pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil
keputusan. Tujuan laporan keuangan
Menurut Berstein (1983) adalah
sebagai berikut (Harahap, 2004: 197) :
(1) Screening, analisa dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari laporan keuangan tanpa
pergi langsung ke lapangan.
(2) Understanding, memahami
perusahaan, kondisi keuangan, dan hasil usahanya.
(3)
Forecasting, analisa
digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan
datang.
(4)
Diagnosis, analisa dimaksudkan untuk melihat
kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi baik dalam manajemen, operasi,
keuangan, atau masalah lain dalam perusahaan.
(5)
Evaluation,
analisa dilakukan untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan.
2.3.1
Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan umum laporan
keuangan dalam standar akuntansi keuangan (2004:4) menjelaskan bahwa :
1. Tujuan laporan keuangan adalah
menyediakan informasi yang menyangkut perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah
besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi
kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya. Namun demikian, laporan keuangan
tidak menyediakan keputusan ekonomi karena secara umum pemakai dalam
pengambilan keputusan ekonomi menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian
dimasa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
3. Laporan keuangan juga menunjukkan apa
yang dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban atas sumber daya
yang dipercaya kepadanya.
2.3.2
Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang
lengkap biasanya meliputi neraca, laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan
yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas,
atau laporan arus dana, catatandan laporan lain serta materi penjelasan yang
merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Dalam SAK (IAI, 2007:3) disebutkan
bahwa tujuan laporan keuangan adalah
“Untuk menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu
perusahaan bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan
ekonomi.
Pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap posisi keuangan maupun perkembangan suatu perusahaan
adalah: para pemilik perusahaan, manager perusahaan yang bersangkutan, para
kreditur, bankers, para investor dan pemerintah dimana perusahaan tersebut
berdomosili, buruh serta pihak-pihak lainnya.
Menurut Harahap (2004: 190)
menyatakan bahwa analisis laporan keuangan sebagai :
“Analisis laporan keuangan berarti
menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil
dan melihat hubungan yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara
satu dengan yang lain, baik antara kuantitatif maupun data non kuantitatif
dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting
dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.
Analisis laporan
keuangan yang banyak digunakan adalah analisis tentang rasio keuangan.
Berdasarkan sumber analisis, rasio keuangan dapat dibedakan :
a.
Perbandingan Internal
Yaitu
membandingkan rasio pada saat ini dengan rasio pada masa lalu dan masa yang
akan datang dalam perusahaan yang sama.
b. Perbandingan Eksternal
Yaitu
membandingkan
rasio perusahaan dengan perusahaan-perusahaan sejenis atau dengan rata-rata
industri pada saat yang sama.
Secara garis besar ada
4 jenis rasio yang dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan
yaitu :
1. Rasio
Likuiditas ( Liquidity Ratio), yaitu rasio yang menunjukkan hubungan
antara kas perusahaan dan aktiva lancar lainnya dengan hutang lancar. Rasio
likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban-kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kewajiban
jangka pendek. Makin tinggi rasio likuiditas perusahaan,akan mengindikasikan
makin tingginya kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban lancarnya.
Pengukuran likuiditas perusahaan masih mempertimbangkan unsur persediaan di
dalam aktiva lancar, persediaan pada umumnya merupakan bagian terbesar dari
aktiva lancar dalam perusahaan, dan untuk menkonversikan menjadi kas maish
memerlukan proses dan waktu yang relatif lama.Rasio yang bisa digunakan untuk
mengukur likuiditas, yaitu current ratio, quick ratio, cash ratio, dan net
working capital.
2. Rasio
Aktivitas (Activity Ratio) atau dikenal juga sebagai rasio efisiensi,
yaitu rasio yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset-asetnya.
Rasio aktivitas yang umum digunakan adalah Average Collection Period,
Inventory Turnover, Fixed Asset Turnover, Dan Total Asset Turnover, Dan
Working Capital Turnover. rasio
menggambarkan apakah investasi perusahaan pada aktiva lancar dan aktiva tetap
terlalu kecil atau terlalu besar. Rasio – rasio aktivitas mengganggap bahwa
sebaiknya terdapat keseimbangan yang layak antara penjualan dan berbagai unsur
aktiva yaitu persediaan , piutang, aktiva tetap , dan aktiva lancar.
3. Rasio
Leverage Finansial (Financial Leverage Ratio), yaitu rasio yang mengukur
seberapa banyak perusahaan menggunakan dana dari hutang (pinjaman). Rasio ini
adalah kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi hutang – hutangnya apabila
sekiranya perusahaan tersebut akan dilikuidasi. Rasio yang umum dipakai antara
lain adalah Debt Ratio, Debt To Equity Ratio, Time Interest Earned Ratio
Dll.
4. Rasio
Keuntungan (Profitability Ratio) atau rentabilitas, yaitu rasio yang
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari penggunaan
modalnya.Profitabilitas juga dikaitkan dengan efisiensi dalam mengoptimalkan
pendapatan dengan biaya tertentu.Rasio profitabilitas ynag sering digunakan,
yaitu Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin,
Return On Investment Dan Return On Equity.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1
Daerah Penelitian
Dalam memperoleh data
yang dibutuhkan dalam penulisan skripsi ini Penulis mengadakan penelitian pada
Perusahaan Fa.LITHA & CO Makassar yang berlokasi di Jalan Gunung
MerapiNo.160 Makassar.Waktu yang digunakan penulis untuk melakukan penelitian
kurang lebih 3 (tiga) bulan yakni dari bulan Mei sampai bulan Juli 2012.
3.2
Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini
penulis menggunakan metodepengambilan data adalah sebagai berikut :
a.
Penelitian Kepustakaan (LibraryResearch)
Yaitu
dengan membaca dan mempelajari literatur yang berhubungan dengan masalah yang
dibahas agar memeroleh teoritis yang akan digunakan dalam pembahasan dan
sekaligus sebagai dasar untuk mengadakan analisis.
b.
Penelitian Lapangan (Observasi)
Yaitu
penelitian langsung ketempat penelitian dengan menggunakan wawancara langsung
kepada pihak - pihak yang menjadi obyek dalam penelitian.
3.3
Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam
penulisan ini adalah sebagai berikut:
a. Data kuantitatif
Yaitu data yang diperoleh dari perusahaan
berupa angka-angka seperti neraca perusahaan dan laporan rugi laba perusahaan.
b. Data kualitatif
Yaitu data yang tidak berbentuk
angka-angka yang diperoleh dari studi kepustakaan serta dari pihak perusahaan
seperti sejarah singkat perusahaan dan uraian tugas dari masing-masing bagian
dalam perusahaan.
Kemudian untuk
melengkapi data yang digunakan dalam pembahasan ini penulis memperoleh data
yang bersumber dari:
1. Data primer yaitu data yang diperoleh
dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung pada objek penelitian pada
proses kegiatan pengolahan data serta melakukan wawancara secara langsung
dengan menajemen perusahaan Fa. LITHA & CO Makassar.
2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh
dengan jalan mengumpulkan dokumen-dokumen perusahaan seperti data laporan
keuangan perusahaan selama mengenai struktur model kerja data lain yang dapat
menunjang pembahasan ini.
3.4
Metode Analisis
Menurut Jumingan
(2006:250),adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini
diperesentasikan dalam bentuk rasio-rasio keuangan untuk mengukur kinerja
keuangan perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan dalam penelitian ini dikaitkan
dengan rasio-rasio pada setiap variabel yang disesuaikan dengan data yang
tersedia dan berdasarkan aspek-aspek keuangan yang di dalamnya terdapat aspek
permodalan, kualitas aktiva produktif, rentabilitas dan efisiensi. Analisis
Rasio yang digunakan yaitu :
1.
Rasio Likuiditas
a. Current ratio untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva
lancar.
b. Acid Test Ratio untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan
aktiva lancar yang lebih likuid(quick assets).
c. Cash Ratio merupakan rasio untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang yang segera harus dipenuhi
dengan kas dan bank yang tersedia dan surat yang dapat segera diuangkan.
2.
Rasio Aktivitas
a. Total
Asset Turnover (Total Aktiva)
ToA =
b.
Fixed Asset Turnover =
%
3.
Rasio Solvabilitas
a. Debt to Total Asset adalah rasio untuk
mengukur berapa bagian dari aktiva yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan
utang.
Debt to Total Asset =
b. Debt to Equity adalah rasio untuk
mengukur berapa bagian dari modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk
keseluruhan utang.
Debt to Equity =
4.
Rentabilitas
a. Return On Investment adalah rasio untuk
mengukur berapa laba yang diperoleh untuk setiap rupiah yang ditanamkan dalam
perusahaan.
ROI =
b. Return On Equity adalah rasio untuk
mengukur laba yang diperoleh untuk setiap rupiah modal yang ditanamkan di
perusahaan.
ROE =
c. Return On Asset adalah rasio untuk
mengukur berapa laba yang diperolehuntuk setiap rupiah pendapatan yang
dihasilkan.
ROA =
3.5
Sistimatika Pembahasan
Sistematika pembahasan
dalam penyusunan skripsi ini penulis membagi kedalam 6 (enam) bab yang terdiri
dari :
BAB I Merupakan
Pendahuluan, yang menguraikan secara ringkas mengenai Latar Belakang Masalah,
Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelitian.
BAB II Merupakan Tinjauan Pustaka
menguraikan tentang, Pengertian Kinerjadan laporan keuangan.
BAB III Merupakan metode penelitian yang
terdiri dari Daerah Penelitian , Metode Pengumpulan Data,Jenis Dan Sumber Data,
Metode Analisis serta Sistimatika
Pembahasan.
BAB IV Merupakan
Gambaran Umum Perusahan yang terdiri atas Sejarah Singkat Perusahaan, Struktur
Organisasi Perusahaan, dan Deskripsi Jabatan.
BAB V Merupakan Analisis Dan Pembahasan yang
terdiri dari Laporan Keuangan, Analisis Rasio Keuangan yaitu Analisis
Likuiditas, Analisis Aktivitas , Analisis Solvabilitas dan Analisis
Rentabilitas.
BAB VI Merupakan penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
4.1.
Sejarah Singkat Perusahaan Fa.LITHA & CO.
Fa.LITHA & CO.
didirikan pada tahun 1967 dan masih berbentuk badan usaha perseorangan yang
berkedudukan di Makale,Tana Toraja. Kegiatan usahanya pada waktu itu adalah
berdagang dengan menjual barang – barang konsumsi di Tana Toraja.Barang
dagangan tersebut di beli langsung dari Makassar dan di angkut dengan
menggunakan truk milik perusahaan. Selain kegiatan tersebut perusahaan juga
membeli hasil bumi utamanya kopi di Tana Toraja dan selanjutnya diangkut ke
Makassar untuk dijual kepada pedagang eceran di kota Makassar. Perusahaan ini
memiliki empat unit truk yang digunakan untuk mengangkut barang – barang
dagangannya.
Berawal dari kendaraan
truk yang dibeli, akhirnya kendaraan tersebut dikomersilkan karena pada waktu
itu kendaraan umum masih langka sementara masih banyak konsumen yang
membutuhkan kendaraan angkutan umum. Konsumen yang memakai jasa pelayanannya
diwajibkan membayar sewa atau biaya angkutan yang sesuai persetujuan kedua
belah pihak,antara pemilik kendaraan dan calon penumpang. Semakin lama semakin
banyak jumlah penumpang yang memakai jasa pelayanan perusahaan ini.Jasa
pelayannan pada waktu itu hanya trayek Tana Toraja – Ujung Pandang.
Kendaraan truk diubah
bentuk badannya sedemikian rupa sehingga penumpang dapat lebih nyaman dan
terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung.Hal ini dilakukan karena
pemilik perusahaan merasakan mendapat keuntungan lebih banyak bilamana
kendaraannya mengangkut penumpang daripada mengangkut barang - barang dagangan.
Tahun 1968 pemilik
perusahaan pindah ke Makassar dan perusahaannya kemudian berkedudukan di kota
Makassar. Dalam perkembangan selanjutnya, bentuk perusahaan perseorangan ini
diubah menjadi bahan usaha yang bentuk firma.Perubahan ini dilakukan pada tahun
1970, dimana pemilik – pemilik perusahaan adalah pemilik perusahaan semula
ditambah dengan beberapa anggota keluarganya.
Kegiatan perusahaan
setelah berbentuk firma adalah jasa angkutan darat yang hanya melayani trayek
Makassar – Toraja dan bidang usaha ekspor.Pada perkembangan selanjutnya
diperluas dengan unit usaha perkebunan. Aktiva yang dimiliki perusahaan ini
pada waktu itu berubah menjadi bentuk badan usaha firma adalah antara lain
berupa kendaraan truk dan beberapa unit kendaraan bus angkutan umum.
Unit usaha angkutan
penumpang pada perusahaan Fa.LITHA & CO. mengalami perkembangan yang pesat,
karena pada waktu itu belum banyak perusahaan yang bergerak di bidang jasa
angkutan penumpang, sedangkan konsumen yang membutuhkan jasa angkutan semakin
bertambah. Untuk melayani atau memenuhi permintaan yang semakin meningkat, pada
tahun 1973 perussahaan ini membeli 6 unit kendaraan bus yang baru.
Berdasarkan kebijakan
pemerintah dalam hal ini perbaikan jalan raya, usaha jasa angkutan darat antar
daerah – daerah di Sulawesi Selatan berkembang.Pada tahun 1978 pihak perusahaan
Fa.LITHA & CO, membeli lagi 4 unit kendaraan bus yang baru dengan bantuan
kredit dari bank.Dalam tahun – tahun selanjutnya perusahaan tetap mengadakan
pembelian kendaraan untuk menggantikan kendaraan yang lama yang tidak layak
operasi maupun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Disamping itu, selain
membeli kendaraan perusahaan juga meremajakan kendaraannya lagi yang sudah
tidak layak operasi sehingga dioperasikan kembali.
4.2 Struktur Organisasi Perusahaan Fa.LITHA &
CO.
Setiap perusahaan
mempunyai suatu tujuan yang telah ditetapkan untuk digapai dan untuk mencapai
tujuan tersebut perusahaan harus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia,
salah satunya adalah sumber daya manusia yang dimilikinya.Pembagian tugas dan
tanggung jawab ini tercermin di dalam struktur organisasi perusahaan yang
bersangkutan.Struktur organisasi memberikan gambaran wewenang, tugas dan
tanggung jawab yang jelas, sehingga masing – masing personalia dapat
menjalankan fungsinya dengan baik dan dapat menghindari kekacauan dan
menjalankan aktifitasnnya dalam perusahaan.Untuk mengetahui lebih luas mengenai
gambaran umum perusahaan Fa.LITHA & CO. dapat dilihat pada gambaran skema struktur
organisasi perusahaan tersebut sebagai berikut :
Skema
4.1
STRUKTUR ORGANISASI
PERUSAHAAN
PIMPINAN
PENGAWAS PERSONALIA SEKERTARIS
UNIT ANGKUTAN PERDAGANGAN
BENGKEL
EKSPOR IMPOR
LOGISTIK OPERASIONAL
PEMBUKUAN
PEMASARAN
TICKET PAKET
Sumber
: Perusahaan Fa. LITHA & CO.
4.2.1.
Deskripsi Jabatan
Deskripsi jabatan ini
adalah bertujuan untuk melengkapi dan menindak lanjuti dari struktur organisasi
Fa.LITHA & CO. Deskripsi jabatan adalah suatu catatan sistematis tentang
tugas dan tanggung jawab suatu jabatan, yang didasarkan pada kenyataan –
kenyataan apa, bagaimana, mengapa, dan dimana suatu pekerjaan dilaksanakan.
Adapun uraian tugas dan tanggung jawab masing – masing bagian adalah sebagai
berikut ;
1. Pimpinan
Tugas dan tanggung jawab pimpinan
adalah untuk menjalankan kegiatan perusahaan dengan koordiansi semua bagian
yang ada dalam organisasi agar supaya perushaan dapat dioperasikan secara
efisien dan efektif dengan memperoleh laba yang diharapkan.
2. Pengawas
Mempunyai tugas dan tanggung jawab
terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan – kegiatan
operasional dan melalukan pengawasan terhadap pencatatan pendapatan biaya –
biaya yang dikeluarkan.
3. Personalia
Memberi tugas kepada masing –
masing karyawan sesuai dengan jabatannya dan membuat konsep surat telex,fax dan
daftar gaji karyawan.
4. Research
·
Bertanggung jawab kepada pimpinan yang
dikoordinasikan oleh bagian personalia.
·
Mengelola setiap data dan informasi
untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan.
·
Mengkoordinasikan penyediaan laporan dan
data kepada pimpinan.
·
Mendistribusikan laporan –laporan hasil
penelitian dan hasil perbandingan yang telah dilakukan ke semua bagian.
·
Menyediakan data/informasi yang lengkap
dan mutakhir mengenai hasil penelitian perkembangan yang terjadi.
5. Unit
Angkutan
Mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjalankan
kegiatan perusahaan, dengan koordinasi semua bagian yang ada dalam organisasi
agar perusahaan dapat dioperasikan secara efisien dan efektif dengan memperoleh
laba yang diharapkan.
6. Operasional
·
Menyusun ,mengatur
komposisi,mengevaluasi kru bus.
·
Menyusun daftar trayek berkoordiansi
dengan bagian marketing.
·
Mengatur jadwal pemberangkatan bus
berkoordiansi dengan bagian bengkel dan pemasaran.
·
Bertanggung jawab terhadap kelengkapan
surat – suart baik kru bus maupun bus itu sendiri.
·
Membuat laporan berkala aktiva
operasional setiap bulannya untuk dilaporkan ke bagian personalia dan
diteruskan ke pemimpin.
7. Pemasaran
·
Membuat jadwal dan tugas, mengevaluasi
kinerja staff dan bagian pemasaran yang selanjutnya dilaporkan ke bagian
personalia.
·
Memiliki tugas untuk menganalisa
perkembangan trayek – trayek dan perkembangan informasi dari masyarakat untuk dibicarakan
dalam tingkat perkembangan perusahaan.
·
Menyiapkan semua prasarana perlengkapan
pendukung kegiatan di marketing dengan koordinasi bagian personalia/umum serta
bagian pemasaran.
·
Membuat laporan berkala aktivitas
pemasran setiap bulannya untuk dilaporkan ke bagian personalia dan diteruskan
ke pimpinan.
8.
Bengkel
· Bertanggung
jawab terhadap pelaksanaannya pekerjaan di bengkel.
· Mengevaluasi
kinerja staff dan mengkoordinir sub bagian mekanik, ban, oli, kunci – kunci,
sparepart.
· Membuat
laporan berkala aktivitas bengkel setiap bulannya untuk dilaporkan kebagian
personalia dan diteruskan ke pimpinan.
9. Logistik
Bertugas mengorder barang – barang
operasional angkutan dan menentukan lokasi order barang.
10. Pembukuan
Mempunyai tugas dan tanggungjawab
dalam menyelengggarakan administrasi keuangan.Dari pembukuan – pembukuan yang
dikerjakan oleh personil bagian ini. Pimpinan unit dan pihak – pihak lain dapat
mengetahui pendapatan unit angkutan secara periodik.
11. Pemasaran
·
Membuat jadwal tugas,mengevaluasi
kinerja staff pemasaran.
·
Mengevaluasi perkembangan pemasaran,
menganalis perkembangan trayek – trayek.
·
Menyiapkan semua prasarana perlengkapan
pendukung kegiatan dimarketing dengan koordinasi bagian personalia/umum.
Adapun deskripsi jabatan pada
bagian staff pemasaran ( Tiket – Paket ) yaitu :
·
Memeriksa dan mencocokkan manifest
pemberangkatan dari Makassar ke daerah dan buku kas kecil dan setoran nagian
ticketing dan paket.
·
Melaporkan dan menyetor hasil penjualan
tiket dan paket setiap hari ke bagian keuangan sesuai dengan hasil penjualan
tiket pada hari itu.
·
Mengarsipkan manifest yang telah
dipertanggung jawabkan ke bagian keuangan.
12. Tiket
·
Melaksanakan kegiatan penjualan tiket
dengan baik dan benar.
·
Mengikuti jadwal tugas yang telah
ditentukan.
·
Memberikan pelayanan yang maksimal
kepada setiap pelanggan dan bertanggung jawab memasarkan secara maksimal serta
berkoordinasi dengan semua bagian yang ada dalam unit angkutan.
13. Paket
·
Mengikuti jadwal yang telah ditentukan,
memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap pelanggan.
·
Bertanggung jawab terhadap keamanan,
kepastian barang kiriman (paket) baik ke daerah maupun dari daerah.
·
Memberikan pelayanan yang maksimal
kepada setiap pelanggan dan bertanggung jawab memasarkan secara maksimal serta
berkoordinasi dengan semua bagian yang ada dalam unit angkutan.
BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
5.1
Laporan Keuangan
Untuk mengetahui
perkembangan perusahaan, perlu diketahui keadaan keuangan perusahaan yang
bersangkutan.Keadaan keuangan perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan
perusahaan.Laporan keuangan disusun untuk menggambarkan posisi keuangan suatu
perusahaan serta hasil yang dicapai dalam operasi perusahaan. Pada hakekatnya
laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan
sebagai bahan informasi tentang keuangan perusahaan berbagai pihak yang
berkepentingan terhadap data keuangan tersebut.
Tujuan dan sasaran
dilakukannya pengambilan keputusan bagi suatu keuangan adalah untuk mengetahui
keadaan dan posisi keuangan pada suatu perusahaan.Sehubungan dengan pentingnya
penyusunan laporan keuangan, maka perusahaaan Fa. LITHA & CO. Makassar,
sebagai perusahaan yang bergerak dalam dua bidang usaha yaitu perdagangan dan
jasa angkutan. Maka perusahaan perlu melakukan analisis lapaoran keuangan yang
terdiri dari neraca dan laporan perhitungan laba rugi yang dapat dilihat
melalui tabel.
Tabel 5.1
Fa. LITHA & CO.
NERACA
Per, 31 Des
2008 – 2010
|
URAIAN
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
AKTIVA
|
|
|
|
|
AKTIVA LANCAR
|
|
|
|
|
Kas + Bank
|
36.543.903,00
|
44.386.180,49
|
10.545.387,79
|
|
Piutang pegawai
|
17.350.000,00
|
21.500.000,00
|
13.158.000,00
|
|
Piutang Usaha
|
1.067.460.012,40
|
2.546.542.526,30
|
1.179.812.420,74
|
|
Piutang Lain-lain
|
-
|
-
|
905.864.643,09
|
|
Persediaan Barang Dagangan
|
3.285.455.904,29
|
2.458.886.866,65
|
2.904.683.422,55
|
|
Uang Muka Pembelian
|
250.000.000,00
|
245.500.000,00
|
650.000.000,00
|
|
JUMLAH AKTIVA LANCAR
|
4.656.800.819,69
|
5.316.815.573,54
|
5.664.063.874,17
|
|
|
|
|
|
AKTIVA TETAP
|
|
|
|
|
Aktiva Tetap
|
22.159.076.654
|
23.131.919.154
|
29.820.474.153,50
|
|
Ak. Aktiva Tetap
|
(3.249.009.913,10)
|
(3.788.804.524,26)
|
(4.869.137.834,96)
|
|
Jumlah Aktiva Tetap
|
18.910.066.740,90
|
19.343.114.629,74
|
24.951.336.318,54
|
|
AKTIVA LAIN-LAIN
|
9.257.496.682,95
|
8.889.898.872,60
|
6.410.621.206,30
|
|
TOTAL AKTIVA
|
32.824.364.243,54
|
33.549.829.075,88
|
37.026.021.399,01
|
|
|
|
|
|
PASIVA
|
|
|
|
|
Hutang lancar
|
8.843.527.259,00
|
8.997.179.541,00
|
11.809.803.119,50
|
|
Jumlah Hutang Lancar
|
8.843.527.259,00
|
8.997.179.541,00
|
11.809.803.119,50
|
|
|
|
|
|
MODAL
|
|
|
|
|
Modal
|
23.092.775.688,40
|
23.980.836.984,54
|
24.552.649.534,85
|
|
Laba Tahun berjalan
|
888.061.296,14
|
571.812.550,34
|
663.568.744,63
|
|
Jumlah modal
|
23.980.836.984,54
|
24.552.649.534,88
|
25.216.218.279,51
|
|
|
|
|
|
TOTAL PASIVA
|
32.824.364.243,54
|
33.549.829.075,88
|
37.026.021.399,01
|
Sumber
: Perusahaan Fa. LITHA & CO.
Tabel 5.2
Fa. LITHA & CO.
LAPORAN LABA / RUGI
TAHUN 2008 – 2010
|
URAIAN
|
|
TAHUN
|
|
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
Pendapatan :
|
|
|
|
|
Pendapatan
Angkutan
|
1.947.888.630,00
|
1.967.519.684,00
|
2.321.356.757,22
|
|
Pendapatan
barang dagangan
|
7.520.507.698,00
|
7.278.541.998,00
|
9.640.565.191,88
|
|
JUMLAH PENDAPATAN
|
9.468.396.381,00
|
9.246.061.682,00
|
11.961.921.948,40
|
|
|
|
|
|
|
Harga Pokok Penjualan
|
|
|
|
|
Persediaan Awal
|
3.071.848.323,50
|
3.285.455.904,29
|
2.473.277.090,85
|
|
Pembelian barang dagangan
|
6.666.600.582,50
|
5.472.118.052,40
|
8.919.216.845,00
|
|
Barang siap terjual
|
9.738.448.906,00
|
8.757.563.956,69
|
11.392.493.935,85
|
|
Persediaan akhir barang dagangan
|
(3.285.455.904,29)
|
(2.473.277.090,085)
|
2.904.683.422,55
|
|
Harga pokok penjualan
|
6.452.993.001,71
|
6.284.286.865,84
|
8.487.810.513,30
|
|
Harga pokok barang
|
927.991.238,50
|
960.828.858,50
|
1.046.023.030,50
|
|
Jumlah harga pokok
|
7.380.984.240,21
|
7.245.115.724,34
|
9.533.833.543,80
|
|
Laba Kotor
|
2.087.412.141,77
|
2.000.945.957,66
|
2.428.088.404,60
|
|
|
|
|
|
Biaya Operasional
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Biaya penjualan
|
454.006.979,00
|
543.656.350,00
|
635.582.658,12
|
|
Biaya administrasi + umum
|
291.742.100,00
|
345.682.450,00
|
388.843.298,53
|
|
Biaya penyusutan
|
453.600.897,63
|
539.794.607,32
|
740.093.703,32
|
|
|
|
|
|
Jumlah biaya operasional
|
1.199.350.845,63
|
1.429.133.407,32
|
1.764.519.659,97
|
|
Laba sebelum pajak
|
888.061.296,14
|
571.812.550,34
|
663.568.744,63
|
|
Pajak 10%
|
88.061.296,14
|
57.181.255,034
|
66.356.874,463
|
|
Laba setelah pajak
|
800.000.000,00
|
514.631.295,306
|
597.211.870,167
|
Sumber : Perusahaan Fa. LITHA & CO.
5.2
Analisis Rasio Keuangan
Untuk memudahkan upaya
perusahaan dalam mengetahui keadaan dan posisi keuangan bagi setiap perusahaan
adalah dengan mengetahui sejauh mana perkembangan likuiditas yang terjadi dalam
perusahaan.Likuiditas bagi setiapperusahaan adalah untuk mengetahui sejauh mana
kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dalam
perusahaan, dimana dalam melakukan evaluasi atas likuiditas perusahaan adalah
dengan membandingkan aktiva lancar dengan hutang lancar yang terjadi dalam
perusahaan.
Untuk mengetahui perkembangan
likuiditas perusahaan, khususnya dalam tahun 2008 s/d tahun 2010 maka dapat
disajikan sebagai berikut :
5.2.1
Rasio Likuiditas
a) Current
Ratio
Besarnya Current Ratio dapat ditentukan melalui
rumus di bawah ini :
Current Ratio =
CR 2008 =
= 0,57 atau 57 %
CR 2009 =
= 0,59 atau 59 %
CR 2010 =
=
0,48 atau 48 %
Dari hasil analisis
mengenai current ratio menunjukkan
bahwa keadaan dan posisi keuangan perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban dengan
aktiva lancar yang ada. Dimana tahun 2008 sebesar 0,57 atau 57 %, tahun 2009
0,59 atau 59 %, tahun 2010 0,48 atau 48 % . Mengingat bahwa current ratio
adalah angka perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar maka setiap
transaksi yang mengakibatkan perubahan jumlah aktiva lancar atau hutang lancar.
b) Acid
Test Ratio
Adapun Acid Test Ratio dalam tahun 2008 s/d
2010 dpat ditentukan sebagai beikut :
Acid
test ratio =
ATR 2008 =
= 0,16 atau 16 %
ATR 2009 =
= 0,32 atau 32 %
ATR 2010 =
= 0,23 atau 23 %
Dengan adanya transaksi
yang mengakibatkan perubahan current ratio maka mengukur likuiditas menggunakan
Acid Test Ratio dengan mengurangi aktiva lancar digunakan untuk mengurangi
Hutang lancar. Hasil perhitungan Acid Test Ratio diketahui bahwa perusahaan tidak
mampu membayar hutang yang harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang disebabkan
karena setiap tahun hutang lancar semakin meningkat untuk tahun 2008 sebesar
0,16 atau 16 %, tahun 2009 sebesar 0,32 atau 32 %,dan tahun 2010 sebesar 0,23
atau 23 % .
c) Cash
Ratio
Besarnya Cash Ratio dari tahun 2008 s/d 2010
dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
Cash Ratio =
Cash Ratio 2008 =
= 0,00413
atau 0,413 %
Cash Ratio 2009 =
= 0,00493 atau 0,493 %
Cash Ratio 2010 =
= 0,000892 atau 0,00892 %
Cash Ratio yakni untuk
mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam membayar hutang lancar yang segera harus
dipenuhi dengan jumlah cash yang tersedia,dari hasil perhitungan cash ratio
dapat diketahui bahwa kemampuan perusahaan membayar hutang lancar dengan kas
sangat kecil,menyebabkan perusahaan tidak mampu menutupi hutang lancar,hal ini
disebabkan karena meningkatnya hutang lancar dari ke tahun ke tahun.
Dari tabel 5.3 yakni
Rasio Likuiditas selama 3 tahun yang menunjukkan bahwa dalam tahun 2008 sebesar
57%, tahun 2009 sebesar 59%, dan tahun 2010 sebesar 48%. Hal ini disebabkan
karena meningkatnya hutang lancar di tahun 2010. Sedangkan Acid Test ratio
dalam 3 tahun terakhir yang menunjukkan bahwa Acid Test Ratio tahun 2008
sebesar 0,16%,tahun 2009 mengalami peningkatkan sebesar 0,32 %, dan menurun
2010 sebesar 0,23%. Disebabkan karena hutang lancar yang dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan. Sedangkan Cash Ratio dalam waktu 3 tahun yang
menunjukkan bahwa cash ratio pada tahun 2008 sebesar 0,413 % , tahun 2009
sebesar 0,493 % dan pada tahun 2010 sebesar 0,00892 %. Dari hasil tersebut
diketahui bahwa perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendek.
Berdasarkan uraian tersebut diatas untuk lebih
jelasnya dapat disajikan rasio likuiditas dalam table berikut :
Tabel 5.3
Rasio Likuiditas Perusahaan
Fa. LITHA & CO.
Tahun 2008 – 2010
|
No
|
Rasio Likuiditas
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
1.
2.
3.
|
Current Ratio
Acid Test Ratio
Cash Ratio
|
57
%
16
%
0,413
%
|
59
%
32
%
0,493
%
|
48
%
23
%
0,00892
%
|
Sumber
: Hasil olahan data
5.2.2
Rasio Aktivitas
a. Total
Asset Turnover (Total Aktiva)
ToA =
ToA 2008 =
= 0,29 kali
ToA 2009 =
= 0,27 kali
ToA 2010 =
= 0,32 kali
Berdasarkan hasil
analisis mengenai total asset turnover,
yang menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu menghasilkan revenue yang baik karena jumlah aktiva di tahun 2010 sebesar 0,32 kali.
b. Fixed
Asset Turnover =
FAT
2008 =
= 50,07 %
FAT
2009 =
= 47,80 %
FAT
2010 =
= 47,94 %
Dari perhitungan diatas
diperoleh gambaran yang menunjukkan bahwa setiap rupiah aktiva selama setahun
dapat menghasilkan revenue untuk tahun 2008 sebesar 50,07 %, tahun 2009 menurun
sebesar 47,80 % dan pada tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 47,94 %.
Berdasarkan tabel 5.4 ,menggambarkan
bahwa total asset turnover dalam 3
tahun terakhir. Nampak bahwa untuk tahun 2008 sebesar 0,29 kali, tahun 2009 sebesar 0,26 kali, dan tahun 2010
sebesar 0,30 kali. Sedangkan fixed asset
turnover dalam tahun 2008 sebesar 50,07 %, tahun 2009 sebesar 47,80 %, dan
pada tahun 2010 sebesar 47,94 %. Hal ini menunjukkan bahwa total asset turnover terjadi penurunan karena kinerja perusahaan
tersebut mengalami penjualan yang menurun pada tahun 2009 . Maka dapat
ditentukan melalui tabel berikut ini :
Tabel 5.4
Rasio Aktivitas Perusahaan
Fa. LITHA & CO.
Tahun 2008 – 2010
|
No
|
Rasio Aktivitas
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
1.
2.
|
Total Asset Turnover
Fixed Asset Turnover
|
0,29
kali
50,7
%
|
0,27
kali
47,80
%
|
0,32
kali
47,94
%
|
Sumber
: Hasil olahan data
5.2.3
Rasio Solvabilitas
a. Debt
to Total Asset =
DTA 2008 =
= 0,072 atau 7,2 %
DTA 2009 =
= 0,071 atau 7,1 %
DTA 2010 =
= 0,101 atau 10,1 %
Hasil perhitungan Debt to
Total Asset yang menunjukkan bahwa untuk tahun 2010 mengalami peningkatan
hal ini disebabkan karena total aktiva meningkat sehingga nilai aktiva perusahaan
mampu menutupi kewajiban jangka panjang.
b. Debt
to Equity =
DE 2008 =
= 0,38 atau 38 %
DE 2009 =
= 0,14 atau 14 %
DE 2010 =
= 0,23 atau 23 %
Hasil perhitungan Debt to
Equity, yang menunjukkan bahwa total kewajiban pada tahun 2008 dan 2010
mengalami peningkatan,begitu juga dengan modal sendiri juga mengalami
peningkatan setiap tahun disebabkan karena meningkatnya total utang dan modal
perusahaan.
Dari hasil perhitungan
di atas dapat dilihat melalui tabel berikut :
Tabel 5.5
Rasio Solvabilitas Perusahaan
Fa. LITHA & CO.
Tahun 2008 – 2010
|
No
|
Rasio Aktivitas
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
1.
2.
|
Debt to Total Asset
Debt
to Equity
|
7,2 %
38 %
|
7,1 %
14 %
|
10,1 %
23 %
|
Sumber : Hasil olahan data
5.2.4
Rasio Rentabilitas
a. Return
Of Investment =
ROI 2008 =
= 2,43 %
ROI 2009 =
= 1,53 %
ROI 2010 =
= 1,61 %
Dari perhitungan di
atas dapat diketahui bahwa pengembalian investasi Fa.LITHA & CO. pada tahun
2008 sebesar 2,43 %, pada tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 1,53 %, tetapi
pada tahun 2010 pengembalian investasi mengalami peningkatan sebesar 1,61 %.
b. Return
Of Equity =
ROE 2008 =
= 0,038 atau 3,8 %
ROE 2009 =
= 0,023 atau 2,3 %
ROE 2010 =
= 0,027 atau 2,7 %
Berdasarkan tabel
diatas, nampak bahwa ROE untuk tiga tahun terakhir perputaran aktiva menurun di
tahun 2009, dimana perputaran aktiva pada tahun 2008 sebesar 3,8 % menurun
menjadi 2,3 % ditahun 2009 yang disebabkan karena perbandingan antara jumlah
pendapatan bunga dengan aktiva tidak seimbang.
c. Return
On Asset =
ROA 2008 =
= 7,31 %
ROA 2009 =
= 2,90 %
ROA 2010 =
= 3,21 %
Berdasarkan hasil
perhitungan Return On Asset untuk tiga
tahun terakhir perputaran aktiva menurun pada tahun 2009 sebesar 2,90 %, hal
ini disebabkan karena perbandingan antara pendapatan bunga dengan aktiva tidak
seimbang atau dengan kata lain jumlah aktiva lebih besar dari pendapatan bunga tetapi
meningkat kembali pada tahun 2010 sebesar 3,21 %.
Dari hasil perhitungan
tersebut maka dapat dilihat melalui tabel sebagai berikut :
Tabel 5.5
Rasio Rentabilitas Perusahaan
Fa. LITHA & CO.
Tahun 2008 – 2010
|
No
|
Rasio Rentabilitas
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
1.
2.
3.
|
ROI
ROE
ROA
|
7,31
%
3,8
%
7,31
%
|
2,90
%
2,3
%
2,90
%
|
3,21
%
2,7
%
3,21
%
|
Sumber
: Hasil olahan data
Tabel Rasio Keuangan
Tabel 5.6
Tabel Rasio Keuangan
|
No.
|
Rasio
|
Tahun
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Rasio Likuiditas
-
Current ratio
-
Acid test ratio
-
Cash ratio
Rasio Aktivitas
-
Total asset turnover
-
Fixed asset turnover
Rasio Solvabilitas
-
Debt to total asset
-
Debt to Equity
Rasio rentabilitas
-
Return Of Investment
-
Return Of Equity
-
Return Of Asset
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
57
%
16
%
0,413
%
0,29
kali
50,7
%
7,2
%
38
%
2,43
%
3,8
%
7,31
%
|
59
%
32
%
0,493
%
0,27
kali
47,80
%
7,1
%
14
%
1,53
%
2,3
%
2,90
%
|
48
%
23
%
0,00892
%
0,32
kali
47,94
%
10,1
%
23
%
1,01
%
2,7
%
3,21
%
|
Sumber
: Hasil olahan data
Dengan melihat tabel
rasio keuangan di atas yang menggunakan keempat rasio keuangan yakni Rasio
Likuiditas,Rasio Aktivitas,Rasio Solvabilitas, dan Rasio Rentabilitas dapat
diketahui bahwa setiap rasio selalu mengalami penurunan pada tahun 2009,karena
perusahaan tidak mampu menutupi hutang lancarnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan
data dan analisis yang telah
diuraikan sebelumnya maka kesimpulan yang diperoleh adalah :
1. Hasil perhitungan Rasio Likuiditas menunjukkan
bahwa current ratio pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 0,57 % dari
0,48 % menjadi 9 %. Hal ini disebabkan karena hutang lancar perusahaan
meningkat pada tahun 2010. Perubahan current ratio mengukur likuiditas dengan
Acid Test ratio yang mengukur utang lancar untuk tahun 2008 sebesar 16 %, tahun
2009 sebesar 32 %, dan tahun 2010 sebesar 23 %. Cash Ratio yakni untuk
mengetahui sejauh mana kemampuan suatu perusahaan untuk membayar hutang lancar
jika dibandingkan dengan jumlah cash yang tersedia, Nampak bahwa dalam tahun
2008 sebesar 0,413 % tahun 2009 sebesar 0,493 %, dan tahun 2010 sebesar 0,00892
%.
2. Berdasarkan hasil analisis
mengenai total asset turnover, yang
menunjukkan bahwa setiap rupiah aktiva selama setahun dapat menghasilkan revenue untuk tahun 2008 sebesar 0,29
kali, untuk tahun 2009 sebesar 0,27 kali,dan tahun 2010 sebesar 0,32 kali. Dari
perhitungan Fixed Asset Turnover bahwa tahun 2008 sebesar 50,07 % tahun 2009
sebesar 47, 80 % dan pada tahun 2010 sebesar 47,94 % dapat dikemukakan bahwa
tahun 2009 selalu mengalami penurunan.
3. Ratio Solvabilitas pada
perusahaan diukur dengan membandingkan dengan jumlah aktiva dengan jumlah
utang. Dengan hasil perhitungan Debt to
asset yang menunjukkan bahwa nilai aktiva perusahaan mampu menutupi
kewajibannya tahun 2008 sebesar 7,2 %, tahun 2009 sebesar 7,1 %, tahun 2010
10,1 %. Sedangkan hasil perhitungan Debt
To Equity dalam tahun 2008 s/d tahun 2010, yang menunjukkan bahwa setiap
rupiah ekuitas yang dijadikan jaminan untuk hutang dalam tahun 2008 sebesar 3,8
%, tahun 2009 sebesar 14 %, tahun 2010 sebesar 23%.
4. Berdasarkan hasil rasio
rentabilitas yakni ROI, ROE, dan ROA menunjukkan bahwa selama 3 tahun, pada
tahun 2009 terjadi penurunan itu disebabkan oleh laba yang dihasilkan pada
tahun tersebut tidak mengalami peningkatan. Tetapi di tahun 2010 mulai
meningkat karena kenaikan laba yang dibandingkan dengan modal yang ditanamkan.
6.2
Saran
Berdasarkan kesimpulan
di atas maka penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut :
1. Disarankan agar perlunya perusahaan melakukan evaluasi
kerja keuangan, hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan sejauh mana perkembangan
kinerja keuangan perusahaan.
2. Disarankan
agar perlunya melakukan analisis rasio finansial keuangan perusahaan.
DAFTAR
PUSTAKA
http:
//www.contoh skipsi tesis. Com/ beaekup/tugas %20kulia/ resume
Ikatan Akuntan Indonesia,2007. Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Kasmir, 2008. Analisa
Laporan Keuangan, Rajawali pres, Jakarta
Lubis, Nita,
2004, Analisis Modal Kerja Sebagai Dasar Penilaian Posisi
Keuangan
Perusahaan, Skripsi, USU, Medan
Riyanto,
Bambang, 2001, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Kesatu,Cetakan Kedua PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta
Sawir, Agnes, 2005. Analisa kinerja Keuangan dan Pembelanjaan Perusahaan, Cetakan
Kelima, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Syahyunan, SE, MSi, 2004. Manajemen Keuangan I : Perencanaan, Analisis, dan Pengendalian Keuangan,
USU Pres,Medan
Weston, Fred J and
Brigham, F, Eugene, 2006. Dasar – Dasar
Manajemen Perusahaan. Edisi Kesembilan, Erlangga. Jakarta
Van Horne, James C. &
Jhon M. Wachowicz, 2005. Prinsip –
Prinsip Manajemen Keuangan, Alih Bahsa : Heru Sutodjo, Buku Satu, Edisi Dua
Belas, Salemba Empat, Jakarta